Tampilkan postingan dengan label Tips Anak dan Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Anak dan Remaja. Tampilkan semua postingan

Tanda Remaja Terpanah Asmara

Mungkin tak sulit bagi remaja (sebutlah Pranoto) untuk mengetahui isi hati gadis (sebutlah Pranita) yang sedang diincarnya melalui sikap ataupun pancingan kata-kata mesra. Begitu info yang didapat sudah lengkap, Pranoto tinggal melempar panah asmara kepada Pranita. Namun bagaimana jika kejadiannya tidak lancar seperti itu ?. Bagaimana mengetahui isi hati seseorang remaja kala didera asmara ?. Berikut ada sejumlah tanda-tanda ketika remaja terpanah asmara.

  • Naikkan alis mata --- Saat bertemu seseorang yang menarik hati, secara tidak sadar alis mata remaja seketika terangkat. Kejadian ini memang berlangsung dalam hitungan detik. Jadi cermati baik-baik, barangkali disitu sudah ada kontak hati.

  • Sunggingkan senyum --- Saat remaja pria berjumpa dengan remaja wanita, bibirnya spontan "bicara" sendiri. Hampir bertepatan dengan momen alis yang terangkat itu. Biasanya, ucapan yang keluarpun jujur dari hatinya bahwa ia memang mengagumi wanita yang baru ditemuinya.

  • Mencoba menarik minat --- Seorang remaja akan berusaha menarik perhatian orang yang ditaksirnya dengan segala cara, seperti menjaga sikap hingga cara bertutur kata yang dibuat semanis mungkin. Selain itu, ia juga akan berusaha tampil berbeda dari kelompoknya, jika ia datang berramai-ramai.

  • Perbaiki kerah baju --- Remaja akan selalu memperbaiki kerah bajunya saat bertemu dengan orang yang ditaksir. Ia pun ingin selalu tampil sempurna dihadapan orang yang ditaksirnya. Coba amati gerak-gerik remaja pria ketika ia terpanah asmara oleh kecantikan gadis pujaannya.

  • Rapikan atau acak rambut --- Bolak-balik merapikan atau mengacak rambut akan muncul. Soal sikap mana yang diambil, tergantung pada potongan rambutnya dan apa yang harus ia lakukan agar terlihat lebih memukau. Remaja melakukan itu secara sukarela dan lebih sering ketika akan bertemu dengan yang ditaksirnya.

  • Mainkan kancing baju --- Padahal tak ada yang salah dengan kancing bajunya. Ini karena si remaja sedikit gelisah, makanya ia jadi agak salah tingkah begitu.

  • Semuanya menegang --- Eh, jangan berfikir yang tidak-tidak soal ini. Menegang yang dimaksud adalah remaja itu akan berusaha menunjukkan badannya yang kokoh, mungkin bahunya yang bidang atau kakinya yang berotot. Ia hanya berusaha tampil sempurna mungkin di hadapan pujaannya.


  • Sumber : Bali Post 10 Januari 2009

    Readmore »»

    Rambut Uban di Usia Remaja

    Tentunya tidak seorangpun ingin rambut hitamnya berubah menjadi putih atau ubanan. Apalagi jika uban itu tumbuh pada usia remaja atau belia. Terlebih pada remaja wanita. Impian untuk mendapatkan rambut sehat, hitam dan berkilau akan segera lenyap ketika satu demi satu warna hitam rambutnya berubah putih atau uban. Padahal, jika dilihat dari usia, belum waktunya untuk memiliki rambut beruban.

    Tumbuhnya uban di usia belia dipengaruhi beberapa faktor seperti stres berkepanjangan, kurang vitamin B12 dan faktor keturunan. Bukan hanya wanita, pria pun sering mengalami munculnya gangguan uban yang tidak diinginkan itu.

    Menurut spesialis kulit dan kelamin dari Rumah Sakit Mitra Keluarga dr. Winarto, Sp.KK., munculnya uban pada usia muda kebanyakan disebabkan stres berkepanjangan. "Stres bisa menyebabkan macetnya produksi pigmen pewarna rambut yang disebut melanin. Pigmen ini dihasilkan sel tubuh yang dikenal sebagai melanosit. Rambut jadi putih karena melanosit tidak lagi memproduksi melanin", kata Winarto.


    Macetnya produksi pigmen, kata Winarto, hanya bersifat sementara. Kalau stres sudah hilang, otomatis produksi pigmen akan kembali normal. "Uban akan rontok dengan sendirinya sehingga rambut akan kembali menjadi hitam. Itu kalau penyebab uban pada usia dini karena stres. Akan berbeda dengan uban yang disebabkan faktor kurang vitamin atau keturunan".

    Konsumsi makanan yang mengandung vitamin B12 akan menghambat pertumbuhan uban. Diana Bihova MD dari New York University Medical Center mengatakan, stres yang berlebihan bisa menguras cadangan vitamin B12. Terkurasnya vitamin ini mempercepat tumbuhnya uban. Keadaan gizi yang buruk karena asupan makanan yang kurang seimbang juga mempengaruhi kesehatan rambut.

    Gizi buruk juga mempengaruhi kondisi kesehatan rambut secara umum. Itu sebabnya anak-anak yang mengalami gangguan gizi berat, rambutnya tampak kemerahan dan tidak sehat. "Konsumsi gizi yang cukup pun bisa menjadi tidak bermanfaat jika terjadi gangguan pencernaan. Misalnya ada luka di lambung. Gangguan pencernaan membuat metabolisme berlangsung tidak semestinya sehingga makanan bergizi terbuang percuma", kata Diana

    Selain itu, faktor keturunan adalah penyebab yang paling umum. informasi tentang uban yang tumbuh lebih dini itu tersimpan dalam gen. Jika orang tua dan kerabat dekat mulai beruban pada usia belia, kemungkinan untuk cepat beruban akan lebih besar. "Gangguan karena kelainan metabolisme, kelainan imunitas, kelainan hormonal, sinar X, keracunan logam berat dan gangguan ginjal berkontribusi menambah jumlah uban", katanya.

    Kelainan metabolisme meyebabkan fenil analin yang terdapat pada asam amino tidak bermetabolisme dengan baik sehingga menimbulkan uban. Pada gangguan kelainan imunitas terjadi uban mirip dengan vitiligo atau munculnya bercak putih pada kulit. Gaya hidup tidak sehat juga sebagai penyebab. Winarto juga menilai kebiasaan merokok menghambat aliran zat-zat gizi yang dibutuhkan tubuh yang dibawa dalam peredaran darah.

    Selain gaya hidup, penggunaan minyak dan cat rambut tidak hanya mengenai rambut, tetapi meresap ke dalam pori-pori kulit kepala. Zat-zat kimia yang terkandung dalam minyak dan cat rambut mempengaruhi kesehatan rambut sehingga mempercepat tumbuhnya uban. Selanjutnya, Winarto tidak menyarankan untuk mencabuti uban karena kulit kepala penuh dengan susunan saraf. Dia menyarankan beberapa cara alami mengatasi uban yang tumbuh sebelum waktunya, yakni melakukan olahraga, olah napas, meditasi dan akupresur.

    Dari sisi makanan, dia menganjurkan untuk menkonsumsi sumber pangan yang berkhasiat menguatkan ginjal dan paru-paru. Untuk pemakaian miyak rambut alami yang dibuat dari minyak wijen, kemiri atau cem-ceman daun mangkokan serta daun dan bunga sepatu juga sangat baik untuk memperlambat uban.

    Sumber : Bali Post 31 Januari 2009

    Readmore »»

    Tips Memilih Mainan Anak


    Memilih mainan anak bisa jadi gampang-gampang susah. Namun intinya, pilih mainan yang memiliki manfaat yang terbaik bagi perkembangan anak. Berikut tips yang bisa digunakan dalam memilih mainan untuk anak.

    Sesuai usia anak
    Ketika memilih mainan pertama untuk aktivitas si kecil, penting untuk anda ketahui tingkat perkembangan mental di usianya. Pilihlah mainan yang sesuai dengan tingkat belajarnya. Cobalah cari mainan yang akan menantang perkembangan keterampilan tetapi tanpa membuat anak frustasi. Selalu cek label usia di setiap kemasan mainan. Label usia yang terdapat pada kemasan memang berdasarkan pada kemampuan mental dan fisik anak, kebutuhan bermain, minat dan keamanan. Contohnya mainan yang memiliki bagian-bagian kecil ada peringatan bahaya tertelan oleh anak dibawah usia 3 tahun.


    Merangsang indera
    Setiap hari bagi anak merupakan saat yang penuh dengan penemuan hal baru. Aktivitas dan mainannya haruslah didesain untuk merangsang perkembangan indera anak. Mainan yang dapat digigit atau bertekstur, bentuk dan warna yang menarik dan dapat mengeluarkan suara akan membantu anak dalam bereksplorasi dan belajar. Untuk membimbing rasa peduli anak tentang bagaimana sesuatu itu terjadi, mainan harus mudah digunakan dan merangsang interaksi. Jika anak tidak ada minat ketika orang tua memberikan satu mainan baru, mungkin dia belum siap untuk itu. Untuk sementara, jauhkan mainan itu dan berikan diwaktu yang lain.

    Utamakan keselamatan
    Pencegahan lebih baik dari pada pengobatan. Orang tua haruslah selalu mengingat sisi keselamatan ketika memilih mainan untuk anaknya. Pastikan mainan itu kuat dan dalam ukuran yang aman tanpa ada bahaya menggores atau tertelan. Pastikan permukaan mainan tidak terbuat dari material atau cat yang tidak aman dan mudah mengelupas. Pastikan pula mainan itu sudah mencantumkan lebel standar kualitas internasional dikemasannya atau standar nasional.

    Sumber : Bali Post 13 Desember 2008

    Readmore »»
    • lowongan kerja di rumah